![]() |
| Add caption |
Menjadi Penyuluh Yang Mandiri, Kreatif, Inovatif, Produktif, Provektif Dan Profesional
Kepala
Pembina : Kepala KUA H. Lukman, S.Ag ----------------------------------- Telp. Sekret : 0852-5888-4206 (Ustdz. Rurin)
Senin, 12 Juni 2017
Sabtu, 10 Juni 2017
Materi Membentuk Keluarga Sakinah

Nara Sumber : Gus Ahmad Shodiq (Penyuluh Gambiran Bid. Keluarga Sakinah)
Rabu, 07 Juni 2017
Selasa, 06 Juni 2017
Jangan Bingung Jadi Penyuluh Agama
Breaking Neiws - Gambiran
Untuk itu sebagai penyuluh agama selain memberikan penyuluhan-penyuluhan di masyarakat sesuai dengan bidangnya menurut saya masih banyak yang bisa dikembangkan dimasyarakat, misalnya :
Setelah diangkat Penyuluh Agama Non PNS anda jangan bingun.. harus bagaimana saya? apa yang saya lakukan? Ini solusi kecil buat anda !
Melihat tujuan pemerintah mengangkat Penyuluh Agama Non PNS 2017 dari tokoh
agama, kiyai, guru-guru mengaji yakni diharapkan sebagai pembimbing dan pendamping masyarakat
Islam secara memadai dan merata untuk
meningkatkan kuwalitas pengamalan agamanya. Penyuluh Agama yang terpilih merupakan tokoh-tokoh agamis yang sangat diharapkan masyarakat sebagai inspirator dalam segala bidang yang berkaitan agama. Walaupun belum begitu jelas tugas dan fungsi penyuluh non PNS dilapangan. tapi bukan berarti fiktif dalam kerjanya. Sebagai rasa tanggung jawab banyak hal-hal yang isa diperbuat.
Untuk itu sebagai penyuluh agama selain memberikan penyuluhan-penyuluhan di masyarakat sesuai dengan bidangnya menurut saya masih banyak yang bisa dikembangkan dimasyarakat, misalnya :
1. Seorang penyuluh Non PNS dapat menyusun dan membuat buku tentang bidang yang ditugaaskannya yang bisa diberikan kepada masyarakat.
2. Secara bersama-sama penyuluh agama membuat buku petunjuk tentang Fiqih Islam, Akhidah Akhlaq atau yang lainnya. Misalnya membuat buku panduan :
a. Tata Cara Pemandian dan Perawatan Mayat dari dimensi Kesehatan dan Syariah Islam
b. Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban
c. Fiqih Praktis
d. Tata Cara Membentuk Keluarga Sakinah, dll
Mungkin masih banyak lagi yang bisa diperbuat untuk kebaikan masyarakat.
HR-Post
Tujuan merekrut Penyuluh Agama Islam non PNS 2017
Gambiran - 7/6/2017
Ada dua tujuan Pemerintah merekrut Penyuluh Agama Islam non PNS yaitu :
(Ref. H.A.MUSODIK WIDYA ISWARA BDK BANDUNG)
Ada dua tujuan Pemerintah merekrut Penyuluh Agama Islam non PNS yaitu :
1. Untuk tersedianya
pembimbing dan pendamping masyarakat
Islam secara memadai dan merata untuk
meningkatkan pengamalan agamanya.
Penyuluh Agama Islam non PNS
berkedudukan dibawah wadah Penyuluh
Agama Islam Fungsional.
2. Untuk mewadahi keberadaan tokoh
agama, kiyai, guru-guru mengaji, dan
sekaligus sebagai landasan bagi
penetapan keahlian dan keterampilan
yang dipergunakan oleh pemerintah dlm
rangka terselenggaranya tugas umum
pemerintah dan pembangunan dibidang
agama.
(Ref. H.A.MUSODIK WIDYA ISWARA BDK BANDUNG)
Jumat, 02 Juni 2017
Safari Ramadhan KUA Gambiran 1438H
Gambiran - KUA bersama para Intansi Negara (Polsek, Camat, Koramil) dan Ormas Islam (NU, Muhammaddiyah, LDII) se Kecamatan Gambiran mengadakan kegiatan Safari Ramadhan ke Masjid-Masjid di Kecamatan Gambiran.
Dalam kegiatan tersebut bertujuan mendidik masyarakat agar menjadi masyarakat yang cerdas, dan berakhlak mulia. Sebagai bentuk solideritas terhadap masyarakat KUA menberikan bantuan berupa Al Qur'an dan Santunan anak Yatim Piatu.
Sosialisasi Perawatan Jenazah oleh Puskesmas Yosomulyo Kab. Banyuwangi
Yosomulyo, 2 Juni 2017
Dalam perawatan jenazah sangat memerlukan kehati-hatian. Karena fenomena di masyarakat ada saudara-saudara kita yang meninggal dunia dalam keadaan mengindap sakit yang berbahaya dan menular. Dengan kondisi yang seperti itu Puskesmas Yosomulyo yaitu Dokter Ardiono begitu antusiasnya dengan mengundang para modin di wilayah Yosomulyo dan para Penyuluh Agama Kecamatan Gambiran, untuk mensosialisasikan Cara Merawat Jenazah Sesuai Syarat Kesehatan. Bapak Ardiono menjelaskan Jenazah yang terjangkit penyakit berbahaya salah satunya HIV Aids bisa menular terhadap orang yang memandikan maupun yang mengurus jenazahnya.. Dalam penjelasannya para peserta begitu antusias dan sosialisasi itupun dibanjiri pertanyaan-pertanyaan dari audien.
Dalam perawatan jenazah sangat memerlukan kehati-hatian. Karena fenomena di masyarakat ada saudara-saudara kita yang meninggal dunia dalam keadaan mengindap sakit yang berbahaya dan menular. Dengan kondisi yang seperti itu Puskesmas Yosomulyo yaitu Dokter Ardiono begitu antusiasnya dengan mengundang para modin di wilayah Yosomulyo dan para Penyuluh Agama Kecamatan Gambiran, untuk mensosialisasikan Cara Merawat Jenazah Sesuai Syarat Kesehatan. Bapak Ardiono menjelaskan Jenazah yang terjangkit penyakit berbahaya salah satunya HIV Aids bisa menular terhadap orang yang memandikan maupun yang mengurus jenazahnya.. Dalam penjelasannya para peserta begitu antusias dan sosialisasi itupun dibanjiri pertanyaan-pertanyaan dari audien.
Penyuluh Agama Gambiran beserta Kepala KUA Gambiran Bapak Haji Lukman sangat merespon kegiatan ini yang kedepannya akan ada sosialisasi yang lebih besar seluruh modin se Kecamatan Gambiran tentang pemandian jenazah dari segi kesehatan dan syariah Islam.
Langganan:
Postingan (Atom)


















