Kepala

Pembina : Kepala KUA H. Lukman, S.Ag ----------------------------------- Telp. Sekret : 0852-5888-4206 (Ustdz. Rurin)

Minggu, 16 Juli 2017

HALAL BIHALAL PENYULUH AGAMA BANYUWANGI 17 JULI 2017

Halal Bihalal Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam.
Tanggal 17 Juli 2017 di Gedung NU Rogojampi.
Dalam hal ini dihadiri oleh 200 penyuluh non pns dan 25 penyuluh pns, kepala KUA dan Kemenag berseta jajarannya.
Diharapkan manti kedepannya bisa lebih baik untuk meningkatnya program yg sesuai bidangnya.








Sambutan dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik oleh Bpk. Wiyono.

Post : Heri S

Selasa, 04 Juli 2017

Pemerintah Didesak Percepatan Pengangkatan Guru Agama


Gambiran breaking news - 5 Juli 2017
Ref. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU), Arifin Junaidi mendesak agar pemerintah mempercepat pengangkatan guru agama. Hal ini menyusul pernyataan Kementerian Agama yang mengatakan bahwa saat ini Indonesia kekurangan 21 ribu guru agama. 

"Pemerintah harus melakukan percepatan di dalam mengangkat guru agama. Ya masak pemerintah abai terhadap ini (kekurangan guru agama)," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (4/6).

Arifin juga menagih janji pemerintah yang akan membangun karakter generasi bangsa melalui sistem pendidikan. Apalagi, kata dia, ujung tombak untuk membentuk karakrer adalah dengan melalui pelajaran agama atau pendidikan Islam tersebut. 

"Katanya pemerintah mau membangun dan membentuk karakter generasi muda. Karakter itu bisa dibangun melalui pelajaran agama itu, sementara pelajaran budi pekerti sudah tidak ada di sekolah," katanya. 

Ia menuturkan, untuk mempercepat pengangkatan guru agama, pemerintah tidak perlu lagi mengadakan moratorium pengangkatan PNS, khususnya bagi guru agama. Dengan demikian, pemerintah dapat menyelesaikan masalah kekurangan guru tersebut. "Kalau sebagai percepatan, moratorium itu dihentikan. Tidak perlu moratorium untuk pengangkatan guru agama," kata Arifin. 

Sementara, Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengatakan, setidaknya ada tiga hal pokok yang perlu diperhatikan terkait guru agama. Pertama, yaitu terkait jumlah guru agama, distribusi guru agama, dan juga kompetensi guru agama.

Terkait masalah kurangnya guru agama, menurut Mu'ti, hal itu disebabkan karena saat ini sudah banyak guru agama yang pensiun dan belum banyak melakukan pengangkatan. Selain itu, juga disebabkan karena saat ini hanya Kemenag saja yang boleh melakukan perekrutan guru agama, sedangkan Kemendikbud tidak boleh. 

"Kemungkinan pertama karena memang banyak guru agama yang pensiun dan belum diangkat guru agama yang baru," kata Mu'ti.

Karena itu, kata Mu'ti, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu kerja sama dan solusi dari semua pihak, dalam hal ini pemerintah pusat, Kemenag dan Kemendikbu, serta pemerintah daerah. "Itu harus diselesaikan secara bersama-sama. Tidak bisa secara sektoral hanya Kementerian Agama saja," kata Mu'ti.
Ref. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA 
Rep: MUHYIDDIN Red: Ilham Tirta

Selasa, 06 Juni 2017

Jangan Bingung Jadi Penyuluh Agama

Breaking Neiws - Gambiran

    Setelah diangkat Penyuluh Agama Non PNS anda jangan bingun.. harus bagaimana saya? apa yang saya lakukan? Ini solusi kecil buat anda !

   Melihat tujuan pemerintah mengangkat Penyuluh Agama Non PNS 2017 dari tokoh agama, kiyai, guru-guru mengaji yakni diharapkan sebagai pembimbing dan pendamping masyarakat Islam secara memadai dan merata untuk meningkatkan kuwalitas pengamalan agamanya. Penyuluh Agama yang terpilih merupakan tokoh-tokoh agamis yang sangat diharapkan masyarakat sebagai inspirator dalam segala bidang yang berkaitan agama. Walaupun belum begitu jelas tugas dan fungsi penyuluh non PNS dilapangan. tapi bukan berarti fiktif dalam kerjanya. Sebagai rasa tanggung jawab banyak hal-hal yang isa diperbuat.
  
   Untuk itu sebagai penyuluh agama selain memberikan penyuluhan-penyuluhan di masyarakat sesuai dengan bidangnya menurut saya masih banyak yang bisa dikembangkan dimasyarakat, misalnya :

1. Seorang penyuluh Non PNS dapat menyusun dan membuat buku tentang bidang yang ditugaaskannya yang bisa diberikan kepada masyarakat.

2. Secara bersama-sama penyuluh agama membuat buku petunjuk tentang Fiqih Islam, Akhidah Akhlaq atau yang lainnya. Misalnya membuat buku panduan :
    a. Tata Cara Pemandian dan Perawatan Mayat dari dimensi Kesehatan dan Syariah Islam
    b. Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban
    c. Fiqih Praktis 
    d. Tata Cara Membentuk Keluarga Sakinah, dll

Mungkin masih banyak lagi yang bisa diperbuat untuk kebaikan masyarakat.



HR-Post 

Tujuan merekrut Penyuluh Agama Islam non PNS 2017

Gambiran - 7/6/2017

Ada dua tujuan Pemerintah merekrut Penyuluh Agama Islam non PNS yaitu : 

1. Untuk tersedianya pembimbing dan pendamping masyarakat Islam secara memadai dan merata untuk meningkatkan pengamalan agamanya. Penyuluh Agama Islam non PNS berkedudukan dibawah wadah Penyuluh Agama Islam Fungsional. 

2. Untuk mewadahi keberadaan tokoh agama, kiyai, guru-guru mengaji, dan sekaligus sebagai landasan bagi penetapan keahlian dan keterampilan yang dipergunakan oleh pemerintah dlm rangka terselenggaranya tugas umum pemerintah dan pembangunan dibidang agama.

(Ref. H.A.MUSODIK WIDYA ISWARA BDK BANDUNG)

Jumat, 02 Juni 2017

Safari Ramadhan KUA Gambiran 1438H

Gambiran - KUA bersama para Intansi Negara (Polsek, Camat, Koramil) dan Ormas Islam (NU, Muhammaddiyah, LDII) se Kecamatan Gambiran mengadakan kegiatan Safari Ramadhan ke Masjid-Masjid di Kecamatan Gambiran.

Dalam kegiatan tersebut bertujuan mendidik masyarakat agar menjadi masyarakat yang cerdas, dan berakhlak mulia. Sebagai bentuk solideritas terhadap masyarakat KUA menberikan bantuan berupa Al Qur'an dan Santunan anak Yatim Piatu.


 







Sosialisasi Perawatan Jenazah oleh Puskesmas Yosomulyo Kab. Banyuwangi

Yosomulyo, 2 Juni 2017
Dalam perawatan jenazah sangat memerlukan kehati-hatian. Karena fenomena di masyarakat ada saudara-saudara kita yang meninggal dunia dalam keadaan mengindap sakit yang berbahaya dan menular. Dengan kondisi yang seperti itu Puskesmas Yosomulyo yaitu Dokter Ardiono begitu antusiasnya dengan mengundang para modin di wilayah Yosomulyo dan para Penyuluh Agama Kecamatan Gambiran, untuk mensosialisasikan Cara Merawat Jenazah Sesuai Syarat Kesehatan. Bapak Ardiono menjelaskan Jenazah yang terjangkit penyakit berbahaya salah satunya HIV Aids bisa menular terhadap orang yang memandikan maupun yang mengurus jenazahnya.. Dalam penjelasannya para peserta begitu antusias dan sosialisasi itupun dibanjiri pertanyaan-pertanyaan dari audien. 

Penyuluh Agama Gambiran beserta Kepala KUA Gambiran Bapak Haji Lukman sangat merespon kegiatan ini yang kedepannya akan ada sosialisasi yang lebih besar seluruh modin se Kecamatan Gambiran tentang pemandian jenazah dari segi kesehatan dan syariah Islam.